|
'PENGAWAL' REFORMASI BIROKRASI |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Saturday, 12 June 2004 |
PERMASALAHAN yang ada di sekitar birokrasi Indonesia tampaknya cukup banyak dan kompleks. Mulai praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), rendahnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas, hingga minimnya pelayanan masyarakat. Padahal, begitu besar tumpuan diharapkan kepada birokrasi. Standar yang harus melekat kepadanya juga cukup tinggi, baik nasional maupun internasional. Untuk itulah, Institut Reformasi Birokrasi didirikan. Setelah ide ini dicetuskan Chairman Jawa Pos Group Dahlan Iskan beberapa waktu lalu, kini terbentuk lima orang sebagai tim steering committee. Mereka adalah para tokoh ahli dan punya pengalaman konkret di bidangnya. Artinya, mereka pernah jadi birokrat, punya ide-ide besar reformasi birokrasi, tapi tak berdaya ketika hendak menjalankannya. Tentu salah satunya juga yang ahli meski tidak pernah terlibat di dalamnya. Mereka adalah Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc (Sekjen DPD RI), Hardijanto (dosen STIA-LAN Jakarta), Son Diamar (Tenaga Ahli Menteri Bidang Otda Bappenas), Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah (Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara VI (Persero), Jambi, Sumatera Barat), dan Prof DR Eko Prasojo (pakar administrasi negara UI). Lantas, apa kata mereka tentang reformasi di tanah air? Apa yang akan mereka lakukan di lembaga ini? Berikut ini penuturannya kepada wartawan Indo Pos, Ariyanto.
Untuk itulah, Institut Reformasi Birokrasi didirikan. Setelah ide ini dicetuskan Chairman Jawa Pos Group Dahlan Iskan beberapa waktu lalu, kini terbentuk lima orang sebagai tim steering committee. Mereka adalah para tokoh ahli dan punya pengalaman konkret di bidangnya. Artinya, mereka pernah jadi birokrat, punya ide-ide besar reformasi birokrasi, tapi tak berdaya ketika hendak menjalankannya. Tentu salah satunya juga yang ahli meski tidak pernah terlibat di dalamnya. Mereka adalah Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc (Sekjen DPD RI), Hardijanto (dosen STIA-LAN Jakarta), Son Diamar (Tenaga Ahli Menteri Bidang Otda Bappenas), Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah (Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara VI (Persero), Jambi, Sumatera Barat), dan Prof DR Eko Prasojo (pakar administrasi negara UI). Lantas, apa kata mereka tentang reformasi di tanah air? Apa yang akan mereka lakukan di lembaga ini? Berikut ini penuturannya kepada wartawan Indo Pos, Ariyanto.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 18 December 2008 )
|