Home Steering Committe
|
|
A blog of all sections with no images
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Friday, 19 December 2008 |
|
BANGKITLAH BIROKRASI INDONESIA Oleh : Siti Nurbaya/Ketua SC IRB-IPJP Eksplorasi skandal birokrasi sudah dianggap biasa seperti selalu muncul menghiasi berita-berita surat kabar. Sebaliknya memberikan award kepada jajaran birokrasi mungkin mengundang banyak perhatian. Bisa saja karena skeptisme masyarakat apakah masih ada anggapan yang baik kepada birokrasi, atau karena keingin-tahuan lebih jauh tentang birokrasi award dengan segala latar belakang dan implikasinya. Institut Reformasi Birokrasi Indo Pos - Jawa Pos (IRB-IPJP) akan menganugerahkan Birokrasi Award malam ini yang akan disampaikan oleh Wakil Presiden RI. Penyerahan oleh Wapres cukup relevan mengingat posisi Wapres di masa lalu yang bertanggung jawab atas salah satu fungsi politik eksekutif yaitu kepemimpinan birokrasi serta kegiatan pengawasan. Fungsi itu juga secara tersirat menjadi fungsi Wapres saat sekarang antara lain direfleksikan dengan peran Wapres dalam TPA (Tim Penilai Akhir),dalam penetapan pejabat eselon I
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 19 December 2008 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
WAPRES SERAHKAN AWARD UNTUK 8 DIRJEN |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Monday, 08 September 2008 |
|

Hasil Penilaian Institut Reformasi Birokrasi Grup JP JAKARTA – Kinerja birokrat yang masih banyak dikeluhkan masyarakat membuat prihatin semua kalangan, termasuk Grup Jawa Pos. Untuk itu, kelompok penerbitan surat kabar terbesar di tanah air tersebut memotivasi kinerja birokrat denga memberikan penghargaan kepada pejabat eselon satu dengan berbagai kriteria. Selama setahun, tim yang tergabung dalam IRB (Institut Reformasi Birokrasi) Indo Pos dan Jawa Pos mengamati dan meneliti performa kinerja para pejabat eselon satu di seluruh departemen/kementerian dan lembaga pemerintah non-departemen (LPND).Dari seluruh pejabat eselon satu yang berjumlah 500 lebih, IRB mengambil 118 pejabat yang dinilai berada pada pos strategis sebagai objek penelitian. Tapi, di antara jumlah itu, yang bersedia diteliti 91 orang. Mereka kemudian disaring hingga menjadi 31 unggulan yang performanya secara rutin dinilai oleh empat steering committee (SC) IRB. Yaitu, Siti Nurbaya (mantan Sekjen Depdagri), Hardiyanto (mantan kepala Badan Kepegawaian Negara), Jakfar Hafsah (mantan Dirjen Tanaman Pangan), dan Son Diamar (staf ahli menteri PPN/Bappenas).
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 19 December 2008 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
BUDAYA ORGANISASI DALAM BIROKRASI |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Thursday, 21 August 2008 |
Oleh HARDIYANTO (anggota steering committee IRB)
Tragedi Clifft Muntu adalah peristiwa yang menyangkut budaya organisasi, yaitu “hambatan manusia terhadap perubahan(human resistant to change)”. Saya yakin, setelah peristiwa yang sama menimpa Wahyu Hidayat pada tahun 2003, pemerintah telah berupaya untuk merombak system lama, dan mengembangkan system baru yang bukan tidak mungkin bermaksud menanamkan budaya organisasi baru berupa nilai-nilai dan perilaku yang lebih sesuai dengan tuntutan mekanisme birokasi baru yang lebih demokratis. Namun, transformasi dari budaya lama yang merupakan kristalisasi dari system yang telah lama dikembangkan ke budaya baru, tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena proses pelaksanaan dan penanganan perubahan, memerlukan tahapan yang sistemik dan waktu yang tidak sebentar.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 21 August 2008 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Thursday, 21 August 2008 |
|
SESEORANG birokrat harus memahami fungsi politiknya. Pertama, seorang birokrat punya fungsi administratif bahwa mengurus rakyat harus ada administrasinya. Birokrat harus bertanggung jawab terhadap fungsi ini. Kedua, policy advice (memberikan nasihat kebijakan). Seorang birokrat harus memiliki pemahaman tentang persoalan yang menjadi kor bisnisnya. Untuk mencapai advis kebijakan, harus tahu mengenai dimensi hukum (legal aspect), dimensi politis, dimensi praktis, dan dimensi keilmuan. Dimensi hukum itu misalnya melihat persoalan dari aspek hukum. Adakah dasar hukumnya. Bertentangankah dengan peraturan yang ada
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
|
|
|
KONDISI BIROKRASI INDONESIA |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Monday, 09 August 2004 |
SAYA mau menyoroti kondisi birokrasi Indonesia di bidang sumber daya manusia (SDM). Untuk membentuk SDM aparatur, harus dilengkapi infrastruktur yang penting. Pertama, mengenai standar kompetensi jabatan. Ini yang hingga kini masih belum dibangun. Standar kompetensi jabatan yang seyogyanya disusun masing-masing instansi pemerintah tidak pernah dilaksanakan. Di lain pihak, DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) bagi PNS tidak dapat dijadikan landasan untuk penilaian kinerja. Jadi kuncinya adalah membuat pedoman standar kompetensi jabatan. Lebih dari seratus bupati minta diajari bagaimana membuatnya. Pedoman ini sudah dibuat sejak November 2003. Kedua, klasifikasi jabatan. Ini atas dasar konsep reformasi kepegawaian. Saya sudah bikin konsepnya sejak 2001. Tapi saya tidak tahu sampai seberapa jauh itu diimplementasikan
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Monday, 09 August 2004 |
BIROKRASI jangan dilihat secara parsial. Birokrasi harus dilihat secara komprehensif. Baik struktur, proses yang dibangun, program hingga sumber daya manusianya. Negeri ini mau apa. Membangun negara yang besar, tidak mungkin dengan sentralistik. Tapi melalui otonomi daerah (otda). Ini manajerial. Begitu kita berpikir otda, maka struktur di pusat harus dengan piramida. Bukan piramida terbalik lagi. Organisasi di pusat harus menciut, sedangkan daerah membesar. Pusat yang terlalu gemuk akan membuat anggaran lebih besar, overlapping (tumpang tindih) antara pusat dan daerah, dan sulit mengorganisasikannya. Ditambah ego sektoral, pengorganisasian itu lebih sulit lagi. Ini menjadi masalah tersendiri. Memang birokrasi kita harus dirombak. Jumlah birokrat yang ada di pusat ini harus dikurangi separonya. Baik di direktorat jenderal paupun deputi. Jumlah menteri harusnya juga berkurang
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 10 dari 12 |
|
|
Waktu Saat Ini
Pengunjung
Selamat Datang di Website Kami
Saat ini adai 5 tamu-tamu online
Komentar Pengunjung
|