SEKILAS INFO

  • 12:26 PM Wednesday 8th September, 2010
  • Komentar: ''PERMASALAHAN yang ada di sekitar birokrasi Indonesia tampaknya cukup banyak dan kompleks. Mulai praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), rendahnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas, hingga minimnya pelayanan masyarakat. Padahal, begitu besar tumpuan diharapkan kepada birokrasi. Standar yang Active Imageharus melekat kepadanya juga cukup tinggi, baik nasional maupun internasional.
  • Komentar: ''BIROKRASI jangan dilihat secara parsial. Birokrasi harus dilihat secara komprehensif. Baik struktur, proses yang dibangun, program hingga sumber daya manusianya. Negeri ini mau apa. Membangun negara yang besar, tidak mungkin dengan sentralistik. Tapi melalui otonomi daerah (otda). Ini manajerial. Begitu kita berpikir otda, maka struktur di pusat harus dengan piramida. Bukan piramida terbalik lagi. Organisasi di pusat harus menciut, sedangkan daerah membesar.
  • Komentar: ''SAYA mau menyoroti kondisi birokrasi Indonesia di bidang sumber daya manusia (SDM). Untuk membentuk SDM aparatur, harus dilengkapi infrastruktur yang penting. Pertama, mengenai standar kompetensi jabatan. Ini yang hingga kini masih belum dibangun. Standar kompetensi jabatan yang seyogyanya disusun masing-masing instansi pemerintah tidak pernah dilaksanakan.

Advertisement

Home arrow Steering Committe
A blog of all sections with no images
BIROKRASI AWARD PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Friday, 19 December 2008
BANGKITLAH BIROKRASI  INDONESIA  

Oleh : Siti Nurbaya/Ketua SC IRB-IPJP

Eksplorasi skandal birokrasi sudah dianggap biasa seperti selalu muncul  menghiasi berita-berita surat kabar. Sebaliknya memberikan award kepada jajaran birokrasi mungkin mengundang banyak perhatian. Bisa saja karena skeptisme masyarakat apakah masih ada anggapan yang baik kepada birokrasi, atau karena keingin-tahuan lebih jauh tentang birokrasi award dengan segala latar belakang dan implikasinya. Institut Reformasi Birokrasi Indo Pos - Jawa Pos (IRB-IPJP) akan menganugerahkan Birokrasi Award malam ini yang akan disampaikan oleh Wakil Presiden RI. Penyerahan oleh Wapres cukup relevan mengingat posisi Wapres di masa lalu yang bertanggung jawab atas salah satu fungsi politik eksekutif yaitu kepemimpinan birokrasi serta kegiatan pengawasan. Fungsi itu juga secara tersirat menjadi fungsi Wapres saat sekarang antara lain direfleksikan dengan  peran Wapres dalam TPA (Tim Penilai Akhir),dalam penetapan pejabat eselon I

Terakhir Diperbaharui ( Friday, 19 December 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
WAPRES SERAHKAN AWARD UNTUK 8 DIRJEN PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 08 September 2008

Active Image

Hasil Penilaian Institut
Reformasi Birokrasi Grup JP

  
   JAKARTA – Kinerja birokrat yang masih banyak dikeluhkan masyarakat membuat prihatin semua kalangan, termasuk Grup Jawa Pos. Untuk itu, kelompok penerbitan surat kabar terbesar di tanah air tersebut memotivasi kinerja birokrat denga memberikan penghargaan kepada pejabat eselon satu dengan berbagai kriteria.
   Selama setahun, tim yang tergabung dalam IRB (Institut Reformasi Birokrasi) Indo Pos dan Jawa Pos mengamati dan meneliti performa kinerja para pejabat eselon satu di seluruh departemen/kementerian dan lembaga pemerintah non-departemen (LPND).Dari seluruh pejabat eselon satu yang berjumlah 500 lebih, IRB mengambil 118 pejabat yang dinilai berada pada pos strategis sebagai objek penelitian. Tapi, di antara jumlah itu, yang bersedia diteliti 91 orang. Mereka kemudian disaring hingga menjadi 31 unggulan  yang performanya secara rutin dinilai oleh empat steering committee (SC) IRB. Yaitu, Siti Nurbaya (mantan Sekjen Depdagri), Hardiyanto (mantan kepala Badan Kepegawaian Negara), Jakfar Hafsah (mantan Dirjen Tanaman Pangan), dan Son Diamar (staf ahli menteri PPN/Bappenas).

Terakhir Diperbaharui ( Friday, 19 December 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
BUDAYA ORGANISASI DALAM BIROKRASI PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Thursday, 21 August 2008
Oleh HARDIYANTO
(anggota steering committee IRB)



Tragedi Clifft Muntu adalah peristiwa yang menyangkut budaya  organisasi, yaitu “hambatan manusia terhadap perubahan(human resistant to change)”. Saya yakin, setelah peristiwa yang sama menimpa Wahyu Hidayat pada tahun 2003, pemerintah telah berupaya untuk merombak system lama, dan mengembangkan system baru yang bukan  tidak mungkin bermaksud menanamkan  budaya  organisasi baru berupa nilai-nilai dan  perilaku yang lebih sesuai dengan tuntutan mekanisme birokasi baru yang lebih demokratis. Namun, transformasi dari budaya lama yang merupakan kristalisasi dari system yang telah lama dikembangkan ke budaya baru, tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena proses pelaksanaan dan penanganan perubahan, memerlukan tahapan yang sistemik dan waktu  yang tidak sebentar.
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 21 August 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
MEMAHAMI FUNGSI POLITK PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Thursday, 21 August 2008

SESEORANG birokrat harus memahami fungsi politiknya. Pertama, seorang birokrat punya fungsi administratif bahwa mengurus rakyat harus ada administrasinya. Birokrat harus bertanggung jawab terhadap fungsi ini. Kedua, policy advice (memberikan nasihat kebijakan). Seorang birokrat harus memiliki pemahaman tentang persoalan yang menjadi kor bisnisnya.

Untuk mencapai advis kebijakan, harus tahu mengenai dimensi hukum (legal aspect), dimensi politis, dimensi praktis, dan dimensi keilmuan. Dimensi hukum itu misalnya melihat persoalan dari aspek hukum. Adakah dasar hukumnya. Bertentangankah dengan peraturan yang ada

Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
 
KONDISI BIROKRASI INDONESIA PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 09 August 2004
SAYA mau menyoroti kondisi birokrasi Indonesia di bidang sumber daya manusia (SDM). Untuk membentuk SDM aparatur, harus dilengkapi infrastruktur yang penting. Pertama, mengenai standar kompetensi jabatan. Ini yang hingga kini masih belum dibangun. Standar kompetensi jabatan yang seyogyanya disusun masing-masing instansi pemerintah tidak pernah dilaksanakan.
      Di lain pihak, DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) bagi PNS tidak dapat dijadikan landasan untuk penilaian kinerja. Jadi kuncinya adalah membuat pedoman standar kompetensi jabatan. Lebih dari seratus bupati minta diajari bagaimana membuatnya. Pedoman ini sudah dibuat sejak November 2003.
      Kedua, klasifikasi jabatan. Ini atas dasar konsep reformasi kepegawaian. Saya sudah bikin konsepnya sejak 2001. Tapi saya tidak tahu sampai seberapa jauh itu diimplementasikan
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
 
JANGAN DILIHAT PARSIAL PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 09 August 2004
BIROKRASI jangan dilihat secara parsial. Birokrasi harus dilihat secara komprehensif. Baik struktur, proses yang dibangun, program hingga sumber daya manusianya. Negeri ini mau apa. Membangun negara yang besar, tidak mungkin dengan sentralistik. Tapi melalui otonomi daerah (otda). Ini manajerial. Begitu kita berpikir otda, maka struktur di pusat harus dengan piramida. Bukan piramida terbalik lagi. Organisasi di pusat harus menciut, sedangkan daerah membesar.
      Pusat yang terlalu gemuk akan membuat anggaran lebih besar, overlapping (tumpang tindih) antara pusat dan daerah, dan sulit mengorganisasikannya. Ditambah ego sektoral, pengorganisasian itu lebih sulit lagi. Ini menjadi masalah tersendiri. Memang birokrasi kita harus dirombak. Jumlah birokrat yang ada di pusat ini harus dikurangi separonya. Baik di direktorat jenderal paupun deputi. Jumlah menteri harusnya juga berkurang
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 25 August 2008 )
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 10 dari 12
© 2010 .:: REFORMASI BIROKRASI ::. The Official Site
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Recommended sites: Best Web Hosting and Domain Name Registration. Created with Website Builder Software